Senin, 23 Februari 2009
Still Fresh
Diposting oleh
Wide wirawaty Soemardhi Thaher For Senate (DPD RI)
di
3:27:00 PM
3
komentar
My Weding Day With My Parents
Diposting oleh
Wide wirawaty Soemardhi Thaher For Senate (DPD RI)
di
2:55:00 PM
0
komentar
My Third Son (M Fajri, WH)
Diposting oleh
Wide wirawaty Soemardhi Thaher For Senate (DPD RI)
di
2:38:00 PM
0
komentar
My Second Daugther (Ajmala Seriasani, WH)
Diposting oleh
Wide wirawaty Soemardhi Thaher For Senate (DPD RI)
di
2:32:00 PM
0
komentar
My First Son (M. Seriadil, W H)
Diposting oleh
Wide wirawaty Soemardhi Thaher For Senate (DPD RI)
di
2:29:00 PM
0
komentar
Saya & Suami Tercinta
Diposting oleh
Wide wirawaty Soemardhi Thaher For Senate (DPD RI)
di
2:28:00 PM
0
komentar
Wide Wirawaty & Soemardhi Thaher
Diposting oleh
Wide wirawaty Soemardhi Thaher For Senate (DPD RI)
di
2:22:00 PM
0
komentar
Transfer Ilmu dan Bagikan Cinta
Transfer Ilmu dan Bagikan Cinta
17 Feb 2009
Definisi apa yang Anda berikan untuk kata guru? ''Guru iku digugu lan ditiru''. Demikian orang Jawa bilang. Terjemahan bebasnya kira-kira, guru itu (omongannya) diperhatikan dan (tindakannya) dijadikan panutan. Sungguh mulia! ''Guru itu orang tua kedua''. Ini anggapan banyak orang, karena guru bertugas mendidik siswa di sekolah. Memang istimewa, tapi berat. ''Guru itu hanya cameo''. Tak ada artinya. Itu gambaran yang sering tampak pada tayangan sinetron Indonesia, dan tokoh guru muncul sebagai pelengkap untuk kemudian dijadikan bahan olokan murid-muridnya.
Sang guru benar-benar tak punya wibawa. Mau berpetuah apa juga tak ada pentingnya. Kasihan betul! ''Guru itu preman''. Untuk julukan ini, ingatan kita akan melesat cepat pada tindakan premanisme guru di Gorontalo dan Jombang. Tak perlu banyak komentar, sebab tingkah memukul-mukul siswa model begitu memang hanya tindakan preman. Memalukan sekali! ''Guru itu sumber inspirasi. Pembakar semangat untuk meraih mimpi. Hadirnya selalu dirindui''. Indah nian! Seorang murid akan melukiskan kata-kata seindah ini jika dia memperoleh pengalaman yang menyenangkan tentang gurunya.
Bagi murid, keikhlasan guru adalah cahaya, cintanya adalah oase, dan pengabdiannya adalah motivasi mereka untuk berjuang mengubah nasib. Seperti itu kira-kira sosok Ibu Muslimah, tokoh inspiratif gambaran Andrea Hirata. Dari kisah yang fenomenal ini, sejenak kemudian kita tersentak akan apa dan bagaimana makna guru sebenarnya. Beginikah seharusnya konsep seorang guru? Tentu, begitulah seharusnya. Guru itu tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, tapi juga memberi cinta dan kedamaian. Pertanyaannya, sulitkah ini dilakukan?
Selain sebagai homo sapiens (manusia berpikir), anak merupakan homo volens (manusia berkeinginan) dan homo ludens (manusia bermain). Tiga unsur ini melakonkan perannya secara bersamaan di sekolah. Sama kuatnya dengan yang diperankan di rumah. Sosok yang mampu menjembatani ketiganya secara seimbang dan terarah tak lain adalah guru. Dia berperan bukan hanya sebagai mentor semata, tapi juga sebagai teman. Dari hubungan ini akan muncul satu kedekatan psikologis antara guru dan murid, yang di situ mereka menemukan tempat berlindung dan berbagi. Ini sangat memungkinkan siswa merasakan sekolah adalah tempat yang nyaman seperti rumahnya sendiri. Tak berlebihan jika guru kemudian dianggap sebagai orang tua kedua di sekolah.
Zawawi Imron menyebut bahwa guru yang baik ialah guru yang menganggap semua murid sebagai anak-anaknya sendiri (www.edubenchmark.com). Guru yang baik menurutnya adalah yang mampu memberikan pencerahan masa depan dengan membekali anak didik dengan visi yang tajam dan ilmu yang menjanjikan.
Kita mengenal istilah pedagogic dalam dunia pendidikan. Dalam pengertian Yunani, kata ini dimaknai sebagai ilmu menuntun anak. Masalahnya, tidak semua guru mempunyai ilmu menuntun anak dengan baik dan memadai. Diperlukan rasa cinta bagi guru untuk memiliki ilmu tersebut. Cinta yang tulus tentunya. Filsuf Brazil, Paolo Freire, mengungkapkan, ''Education is an act of love, and thus of an act courage...'' (1973: 17). Dalam pandangannya, cinta adalah salah satu prasyarat penting dalam proses mendidik dan mengajar. Sedangkan dua yang lain adalah kepercayaan dan kewibawaan.
Hakikatnya, anak belajar dari apa yang dilihat dan dirasa, yang nanti berpengaruh besar pada perkembangan mentalnya dan berimplikasi pada tingkah laku dan bahkan orientasi hidupnya di masa datang. Pada konsep belajar sosial yang dicetuskan, Bandura menyebutkan bahwa belajar terjadi karena peniruan (imitation). Penyebab utamanya, misalnya, dengan meniru bunyi yang sering didengar (dalam Jalaluddin Rakhmat, 2000: 25).
Sebagai tokoh sentral di sekolah, apa pun yang ada pada guru menjadi fokus perhatian siswa: sikap, tingkah laku, tutur kata, cara berpakaian, dan tak kecuali ekspresi wajah. ''Your face...is a book where men may read strange matters''. Begitu tulis penyair Inggris, Shakespeare. Jika siswa bisa menangkap hal yang baik dari gurunya, kecemasan pada diri mereka tentu tidak perlu ada. Karena kecemasan, menurut Sieber (1977), adalah salah satu faktor penghambat belajar dan mengganggu kinerja fungsi-fungsi kognitif anak.
Jika siswa menerima cinta dari gurunya, dia akan melihat itu sebagai wujud cinta orang tuanya, yang selanjutnya dia lukiskan sebagai suatu keindahan. Bak keindahan sebuah puisi. (oki)
Anikmah
SD Al Muttaqien
Diposting oleh
Wide wirawaty Soemardhi Thaher For Senate (DPD RI)
di
1:39:00 PM
0
komentar
Rabu, 28 Januari 2009
Poem For Soulmate

Sepi yang terasa...sunyi yang kerap menemani...
...kini t'lah berlalu bersamamu.....
...hadirmu jadikan hidupku lebih bermakna.
Tulusmu ringankan langkahku.....
...kasihmu menenangkanku...denganmu aku merasa lebih berarti.
Wide Wirawaty
Diposting oleh
Wide wirawaty Soemardhi Thaher For Senate (DPD RI)
di
3:59:00 PM
0
komentar
Poem For Friend Whom Passed Away

Mengingatmu membangkitkan sedihku karena dirimu tak lagi bersamaku.
Mengenangmu membakar jiwaku tuk selalu tetap berjuang...
...bertahan demi cita-citamu dan kita semua.
Selamat jalan Sobat, perjuanganmu, takkan hilang ditelan waktu.
Wide Wirawaty
Untuk Adinda Rosi(Alm)
Diposting oleh
Wide wirawaty Soemardhi Thaher For Senate (DPD RI)
di
3:37:00 PM
0
komentar
Poem of the day

Keteguhan hati teruji saat diri tak dihargai
Kedewasaan diri mesti mendampingi saat hati mesti memilih
Bila memang tak mampu memilih biarlah kesabaran mengikuti dan keikhlasan menjalani.
Wide Wirawaty
Diposting oleh
Wide wirawaty Soemardhi Thaher For Senate (DPD RI)
di
3:09:00 PM
0
komentar
Selasa, 13 Januari 2009
Bantuan Dana Kampanye !
Dalam rangka untuk kampanye menuju kursi DPD-RI saya membutuhkan dana yang cukup besar, akan tetapi dana yang saya miliki tidak cukup besar (kata orang) tapi saya tetap terus berusaha untuk mencapai cita-cita saya meneruskan perjuangan ayah saya dan meneruskan amanatnya untuk berjuang demi pendidikan yang untuk semua rakyat Indonesia......saya bisa saja berusaha mencari dana dengan cara meminjam dari orang lain, akan tetapi hal tersebut akan membuat saya menjadi orang yang sama dengan politikus lainnya, karena saya akan berusaha mengembalikan dana politik tersebut dengan berkolusi pada saat berkuasa !!!
Akan tetapi jika ada teman-teman yang percaya bahwa pendidikan adalah hak semua golongan, dan juga memiliki dana yang berlebih, saya akan senang sekali menerima bantuan anda, dana bantuan anda dapat kirimkan melalui rek :
0170-01-048607-50-2
BRI Cab Pekanbaru
a/n : Ir Wide Wirawaty
Jika anda berminat membantu sebelumnya saya ucapkan terima kasih !!! jika tidak berminat juga tidak apa-apa !! dukungan berupa coblosan juga boleh !!! saya tunggu pada pemilu 2009 nanti!! he..he....
Diposting oleh
Wide wirawaty Soemardhi Thaher For Senate (DPD RI)
di
12:30:00 PM
1 komentar
Senin, 05 Januari 2009
Little Things Mean A Lot

BM 28 WW
Pada tanggal 22 Desember saya dan beberapa asisten dan instruktur dalam perjalanan menuju rengat untuk melakukan pelatihan di SD 019 Kampung dagang rengat, akan tetapi dalam perjalan tersebut saya mengalami peristiwa lucu yang diakibatkan dari keteledoran , pada saat sedang mengisi bahan bakar di daerah Okui, salah satu anggota saya melakukan kesalahan pengisian bahan bakar dimana mobil saya (ford escape) yang berbahan bakar bensin malah diisi dengan bahan bakar solar, dan kesalahan tersebut baru kami sadari stelah kami meneruskan perjalanan dari pom bensin sekitar 2 KM pada saat mobil saya mogok, akibat dari keteledoran tersebut kami terpaksa mencari mekanik dari bengkel terdekat, dimana asisten saya refindo mencari mekanik di sekitar okui dengan menumpang becak motor, syukurnya setelah sekitar setengah jam dia menemukan mekanik yang memiliki mobil untuk menarik mobil saya, akan tetapi masalah baru muncul karena pada saat itu sudah jam 17.30 maka mekanik baru mau memperbaiki mobil saya pada pagi harinya,karena pegawainya sudah pada pulang, dan kerusakan mobil saya butuh waktu lama untuk dikerjakan, sehingga dia menawarkan kepada saya untuk menyewa mobil saja untuk mengejar waktu ke rengat, akan tetapi saya khawatir jika harus meninggalkan mobil saya tanpa pengawasan. Kemudian saya memutuskan unutk menghubungi mekanik ford di pekanbaru yang saya kenal dan untungnya dia bersedia untuk menyusul ke okui untuk memperbaiki mobil saya, dan oleh karena itu kamipun terpaksa menunggu kedatangan mekanik ford tersebut dari pekanbaru ke okui yang memakan waktu sekitar 2-3 jam.
Jesper
Pada saat menunggu mekanik ford kami beristirahat di sebuah warung yang berjualan Indomie rebus dan camilan lainnya, keluarga pemilik warung tersebut sangat ramah sekali dan hidangan indomie yang dijual oleh ibu itu sangat enak sekali sehingga asisten dan instruktur saya nambah sampe 2 piring.....dan setelah mengobrol panjang ternyata ibu warung itu berasal dari inuman (Kuansing) sama seperti saya, dan dia juga mengenal ayah saya karena katanya dulu ayah saya pada saat kampanye DPD pernah singgah di okui juga dan dia sangat mendukung saya untuk meneruskan perjuangan ayah saya di DPD. Pemilik warung tersebut memiliki 2 anak dan anaknya yang pertama bernama jesper, bocah jesper in i memiliki tubuh subur untuk anak yang seumurnya (9 thn) bahkan cenderung overweight akan tetapi dia memiliki senyuman yang menawan dan karater yang pemalu, dan saya sangat tertarik pada bocah jesper ini dan mengajaknya mengobrol tapi sulit sekali karena sifat pemalunya, kata salah satu instruktur saya sifat pemalunya mungkin diakibatklan tubuhnya yang subur sehingga ia menjadi pribadi yang tertutup, Jesper adalah bocah yang menarik hobinya bermain catur, pada saat saya berada di warungnya dia sedang bermain catur melawan orang dewasa yang sedang nongkrong di warungnya, hal ini bagi saya menunjukan kepintaran dari jesper kecil tsb, catur adalah olahraga otak yang membutuhkan kosentrasi tinggi dan jesper kecil kelihatan amat antusias memainkannya.Karena rasa tertarik saya kepada jesper saya menghadiahkan kepadanya kamus bahasa inggris saya yang saya pakai di kampus selama ini, karena jesper mengaku sulit belajar bahasa inggris di sekolah karena tidak memiliki kamus. Pada jam 21.30 mekanik for yang kami tunggu akhirnya datang dan dia mulai memperbaiki mobil saya, dia menguras seluruh bahan bakar mobil saya dan membersihkan seluruh saluran bahan bakar dan menggantinya dengan bensin yang baru, tepat pada jam 23.00 mobil saya sudah selesai diperbaiki dan sudah siap untuk melaju kembali. dan saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar jesper pada malam itu dan keluarganya kelihatan terharu atas pemeberian saya kepada jesper padahal saya merasa hanya meberikan kamus dan sedikit "dana" kepada ibunya yang tidak terlalu banyak jumlahnya. Akan tetapi kata salah satu instruktur saya : itulah yang dimadsud dengan "little thing means a lot" bukan jumlah yang penting tapi perbuatannya...!!!. Iya kepedulian itu penting.....bukan hanya kata-kata saja .....!!!
Diposting oleh
Wide wirawaty Soemardhi Thaher For Senate (DPD RI)
di
12:50:00 PM
1 komentar







