Jumat, 19 Desember 2008

In Memorian Rossi


Pada tanggal 16 Desember 2008 di pagi hari PAGI, Yayasan INST kehilangan salah satu dari anggota keluarganya, Rossi meninggalkan kita semua dan keluarganya, kepergiannya yang mendadak yang diakibatkan oleh penyakit amat sangat mendadak dan tidak disangka, rossi pergi pada usia yang sangat muda (33) meninggalkan suami dan anak laki-laki tunggalnya. Saya pribadi amat sangat terpukul akan kepergian Rossi, karena rossi sudah bersama saya pada berapa tahiun terakhir ini, kami bersama berjuang untuk mengembangkan SD,SMP,SMK Insan Terpuji dimana Rossi menjabat sebagai kepala sekolah SMP dan guru Bahasa Inggris, Rossi sudah bagaikan adik sendiri bagi saya, saya benar-benar merasa kehilangan dirinya. Selamat jalan Rossi, Kakak akan selalu mengingatmu!!!

Siak Sri Indarapura


Pada tanggal 17 Desember saya berkunjung ke Siak untuk melakukan pelatihan di SD 001 Menpura, saya terkagum pada saat melihat kemegahan jembatan siak, siak benar-benar merupakan kota wisata yang potensial untuk propisi RIAU, kota tua ini memiliki begitu banyak bangunan tua terutama istana siak yang tersohor itu, dan pemerintah kabupaten siak juga telah melakukan tugasnya dengan baik ,hal ini terlihat dari pola pengembangan kota, jalan, penerangannya yang teratur, saya yakin dalam 10 tahun kedepan Siak Sri Indrapura akan menjadi kota yang bisa dibanggakan riau bahkan bangsa Indonesia. Salute!!

Pelatihan Bahasa Inggris di Teluk Kuantan

Pelatihan bahasa inggris yang dilakukan pada bulan Desember, saya berusaha menciptakan suasana yang akrab berusaha diciptakan untuk menrangsang guru-guru untuk dapat lebih berminat berbahasa inggris.

Kegembiraan bersama anak-anak

Senin, 01 Desember 2008

Perempuan sebagai legislator

Perempuan sebagai legislator

oleh : Wide wirawaty, st

ketua dewan pimpinan provinsi persatuan anak guru indonesia

(DPPROV. pagi) riau

Pada pemilu 2009 kita akan menemukan fenomena baru, yaitu mulai membanjirnya legislator wanita yang mengisi gedung rakyat yang di pusat maupun di daerah, hal ini terjadi karena sesuai dengan amanat Undamg-Undang pemilu yang megharuskan 30 % perempuan di legislatif membuat peluang kaum perempuan menjadi wakil rakyat semakin besar , hal ini merupakan kesempatan sekaligus tantangan untuk kaum perempuan. Banyak pandangan yang postif dan tidak sedikit juga yang berpandangan negatif terhadap fenomena ini, dan kecendrungan yang terjadi masyarakat lebih banyak yang beranggapan negatif, banyak yang beranggapan bahwa calon legislator perempuan yang mencalonkan diri hanyalah hiasan belaka dimana mereka dianggap tidak memiliki kemampuan untuk memperjuangkan suara rakyat di gedung rakyat, pandangan negative ini tak sepenuhnya benar, dari calon legislator perempuan yang mendaftar banyak calon yang memiliki kemampuan secara akademika atau dengan kata lain IQ-nya memadai, akan tetapi apakah IQ saja cukup?, bukankah selama ini gedung rakyat dipenuhi dengan orang yang memiliki banyak gelar di depan namanya akan tetapi tidak berhasil membuat perubahan besar yang signifikan dan cenderung membuat kebijakan-kebijakan yang mendukung kepentingan golongannya saja. Oleh karena itu adalah penting bagi calon legislator perempuan yang mencalonkan diri untuk memahami di dalam diri mereka bahwa satu-satunya cara mereka untuk membungkam suara-suara negatif tersebut dengan perbuatan dan tindakan yang mencerminkan bahwa mereka berbeda dengan wakil-wakil rakyat yang lain, bahwa mereka bukan hanya memiliki IQ akan tetapi juga EQ dan SQ yang tinggi, bahwa mereka peduli kepada kepentingan rakyat yang miskin bukan kepada kepentingan partai dan golongannya saja, dan membuktikan bahwa perempuan lebih memiliki hati daripada kaum pria, jangan merasa rendah diri dan tunjukan dengan tindakan yang kongkrit bahwa kita memiliki kemampuan dan pantas duduk sebagai wakil rakyat. Dengan kata lain jadikanlah kualitas kandidat sebagai focus bukan kuantitas dari kandidatnya.


Kamis, 27 November 2008


Menghadiri acara Hari Guru, Wide Wirawaty duduk disebelah KADISDIK HM Wardan.

Selasa, 25 November 2008

Disdik Harus Pro Aktiv

PERSATUAN Anak Guru Indonesia (PAGI) Riau memberikan masukan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Riau agar lebih pro dan aktiv dalam proses pengangkatan guru honorer dan guru bantu menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).


Seiring akan dilaksanakannya pengangkatan oleh Depdiknas terhadap 84.722 guru honorer dan bantu jadi PNS, PAGI berharap Dinas Pendidikan di Riau baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten kota serta kacab-kacab yang ada di setiap kecamatan lebih proaktiv atau dapat turun langsung menfasilitasi dalam pengumpulan data guru honorer dan guru bantu yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan pengangkatan tersebut.


Ketua PAGI Riau Ir Wide Wirawaty mengatakan, Dinas Pendidikan harus proaktiv dalam melakukan sosialisasi tentang program tersebut sehingga guru honorer dan bantu yang berada di daerah terpencil juga mengetahui tentang program pengangkatan ini.

‘’Dengan proaktivnya dinas dalam membantu guru untuk mengurus persyaratan pengangkatan maka akan lebih menunjukkan itikad baik dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, karena salah satu faktor pendukungnya adalah peningkatan kesejahteraan guru,’’ ujarnya.

Ia juga berharap semoga pengangkatan guru honorer dan bantu menjadi PNS ini merupakan awal yang baik bagi pendidikan di Indonesia, awal yang baik ini sebaiknya juga jangan dirusak dengan seringnya terjadi keterlambatan pembayaran gaji guru-guru, karena hal tersebut dapat mengganggu kosentrasi guru dalam melaksanakan tugasnya dan dapat berdampak buruk terhadap kualitas pendidikan yang ada.

Senin, 24 November 2008


Akrab bersama-sama anak-anak murid SDN 004 Bagan Besar Dumai, pada saat sedang melakukan pembinaan Bahas Inggris untuk guru-guru SD SBI.


Pada tanggal 21 September 2008 Wide

Wirawaty, ST bersama pengurus PAGI RIAU mengadakan kunjungan ke panti asuhan Sri Mujinab, Pekanbaru. Kunjungan tersebut dalam rangka buka puasa bersama, dalam kunjungan tersebut Wide Wirawaty memberikan semangat kepada anak panti untuk tetap semangat dalam belajar walapun dengan berbagai halangan, walaupun mereka tidak memiliki orang tua kandung, akan tetapi semua orang tua yang ada di muka bumi ini berkewajiban untuk menjadi orang tua mereka juga. Oleh karena itu mereka harus tetap bersemangat. Dan dalan kunjungan tersebut juga Wide Wirawaty menawarkan kepada seluruh penghuni panti asuhan untuk mengikuti kursus gratis yang diadakan oleh lembaga pendidikan yang didirikannya yaitu LP WIDE SCHOOL, dimana tawaran tersebut disambut baik oleh anak-anak panti asuhan tersebut.


Pada tanggal 20 Agustus 2008, di hotel Sahid Pekanbaru telah dilantik Dewan Pimpinan (PAGI) Propinsi Riau, DPProv PAGI Riau tersbut dilantik langsung oleh Sekjen PAGI Bpk Ir.Riza Patria, pembentukan DPP PAGI RIAU ini diharapkan dapat meneruskan VISI dan MISI dari PAGI yaitu untuk "Terwujudnya kemajuan pendidikan demi mewujudkan masyarakat yang cerdas, kreatif dan sejahtera". DPProv PAGI Riau diketuai oleh Wide Wirawaty, ST dan dibantu oleh 38 orang yang berada dalam berbagai posisi dan biro, para pengurus tersebut berasal dari berbagai macam profesi dan latar pendidikan. Dalam pidato pengangkatannya Wide Wirawaty,ST mengatakan semoga dengan adanya organisasi PAGI di tanah Riau dapat memberikan wadah bagi anak-anak guru di riau dan memberikan manfaat besar bagi seluruh masyarakat RIAU. Pada acara pelantikan tersebut juga hadir Ketua PGRI Riau Drs Isjoni,Msi, Kadis I PEndidikan Riau HM Wardan, Ketua Kopri H.Raja Mambang Mit.